Minggu, 13 Januari 2013

IKM banget


Hari ‘IKM’ banget deh.
Ahad, 23 desember 2012..
Hari ini aku pulang ke tanah kelahiranku, di kabupaten kediri. Aku pulang bersama dengan kakak, pada awalnya sih rencananya kakak mengajak pulang dengan naik bus, namun siang hari saat tiba di terminal bungurasih tempat penitipan motor yang kami temukan penuh semua. Terpaksalah kami pulang dengan naik sepeda motor.
Perjalanan kami dimulai kira-kira pukul 10.30 WIB, saat itu keadaan jalan raya ada sedikit kemacetan sih, tetapi tidak separah keadaan awal dari beberapa golden weekend dahulu, seperti saat golden weekendnya hari raya Idul Adha, saat itu aku dengan kakak pulang bareng juga naik motor, dan keadaan jalan macet parah. Sampai-sampai hampir di seluruh badan jalan dipenuhi dengan kendaraan, terutama saat mendekati traffic light..terdapat bermacam hazard pula, seperti kendaraan nyelonong, debu dan asap kendaraan yang ada dimana-mana. Maklum juga sih waktu itu masih musim kemarau, jadi debu-debu dari tanah yang kering seenaknya beterbangan saat terkena ban motor. Namun, Alhamdulillah saat pulang kali sudah memasuki musim penghujan, jadi debunya tidak sebanyak dahulu.
Oia, walaupun kakak merasa terpaksa pulang dengan naik motor, namun sebaliknya aku malah senang pulang naik motor, karena dengan naik motor aku bisa melihat keadaan jalan sepuasnya. Mau lihat pohon-pohon, tulisan-tulisan, maupun melihat-lihat jalan yang biasanya jarang dilewati oleh kendaraan umum dapat aku lakukan, hal yang terkadang sulit aku rasakan saat pulang naik kendaraan lainnya. Ditambah poin plus lainnya adalah bisa menghirup udara segar dari tanah yang baru kena air hujan, Alhamdulillah beruntung banget beberapa daerah yang kami lewati sepertinya baru kena air hujan, jadi sempat menikmati aroma yang segar itu. Selain segar, aroma tanah itu menurutku memiliki wangi yang khas apalagi saat di daerah persawahan, sangat senang bisa menikmatinya dengan menghirupnya dalam-dalam.
Tentang pemandangan di jalan aku punya cerita lain lagi nih. Saat melewati daerah jombang, sebagian besar lintasan kami adalah daerah sawah dan pedesaan. Di pinggir jalan terdapat tanah-tanah coklat yang kelihatannya baru diolah dan masih basah. Bentuknya unik, seperti bersengkedan namun tidak begitu tinggi jaraknya satu-sama lain. Aku teringat, sekarang adalah awal musim penghujan mungkin sekarang adalah masa tanam pagi. Dugaan aku ternyata diberikan jawaban oleh Allah, ternyata di bagian sawah yang lain terdapat tanaman padi yang kecil-kecil ditanam bergerombol dalam petak yang kecil. Tanaman padi yang kecil ini merupakan bibit-bibit padi, yang apabila sudah agak besar biasanya kemudian ditanam di tanah yang sudah diolah. Pemandangan ini menurutku bagus banget, entah kenapa ya..apa gara-gara kelamaan di Surabaya terus jarang lihat pemandangan yang alami seperti ini? hm...pokoknya saya menyukainya J
Selepas pemandangan sawah yang masih berupa tanah diolah, saya dihadapkan dengan pemandangan beberapa petak sawah yang sudah ditanami tanaman padi yang aduhai..bagaikan permadani hijau yang segar dipandang oleh mata. Padi-padi itu tumbuh hampir sejajar tingginya satu sama lain, kemudian memiliki warna hijau tua pastel, ditambah udara yang sejuk membuat saya jatuh cinta dengan pemandangan ini. Apalagi sawah-sawah di pinggir jalan ini terlihat masih alami, maksudnya jarang digunakan barang-barang semacam plastik atau apapun yang mengakibatkan pemandangan sawah “terkotori”.  Meskipun di beberapa sawah ada yang menggunakan plastik sih, tapi it’s okay..ga apa-apa saya tetap menyukai pemandangan sawah ini.
Saat memasuki daerah jombang akhir dan daerah pare, terdapat perumahan penduduk. Rumah-rumah penduduk ini  sebagian besar menurut saya adalah rumah yang berarsitektur belanda dan jawa pedesaan. Rumah yang bermodel minimalis maupun modern tidak seberapa banyak disana. Rumah-rumah ini kebanyakan memiliki halaman yang luas, dan pohon-pohon yang rindang. Suasananya desa banget ya, sepanjang mata memandang ada hijau-hijauan yang menyegarkan. Kemudian di beberapa rumah ada pohon rambutan yang sedang berbuah. Warnanya merah dan ia bergelantungan, menyembul diantara hijau dedaunan. Pemandangan yang indah. Pemandangan ini sempat mengingatkan akan keadaan kampung saya. Pohon-pohon dan suasana yang tenang, khas daerah desa yang saya sukai.
Kemudian perjalanan sampai juga di daerah pare. Oleh kakak saya dilewatkan di jalur yang menurut saya masih asing, pula keadaannya kok sedikit berbeda dengan daerah-daerah lainnya. Kemudian kakak berseloroh, ia menunjukkan tempat dulu ia les bahasa inggris, yup ternyata saya melewati kampung inggris pare. Selama ini kemana aja mbak? Sampai malu kampung inggris yang terkenal sampai belum tahu. Keadaan kampung inggris ini bagaimana ya, menurutku bagus dan kondusif untuk belajar lah. Banyak lalu lalang anak-anak naik sepeda, kemudian di pinggir-pinggir jalan terjejer beberapa tempat bimbingan les bahasa inggris dan warung-warung makanan. Dari sebagian wajah-wajah orang yang disana terlihat, sepertinya mereka adalah orang yang dari luar daerah kediri. Suasananya lumayan rame, sepertinya menyenangkan kalau les disitu..

Dari arah gumul lewat ke katang dan memasuki kota kediri dahulu. Ada semacam perasaan senang melihat tulisan kota kediri, pun demikian saat tadi melihat tulisan kediri di beberapa jalan sebelum kota. Senang nih yeee J Alhamdulillah sudah sampai kediri, hehe. Keadaan kota kediri tidak begitu banyak yang berubah. Stadion brawijay ya lumayan ga berubah, tetap ada yang jualan baju ungu khas persik. Ngomong-ngomong soal warna ungu, dari sma sampai kuliah ini ungu merupakan warna yang sering digunakan sebagai warna khas kelasku. Dari SMA kelas dua di ReConers, ungu merupakan salah satu elemen dari logo kelas, kemudian kelas tiga baju kelas warnanya ungu. Tak berhenti sampai disitu kampusku dijuluki sebagai kampus ungu, dari baju BToPH sampai jaket angkatan dominan warna ungu. Kota Kediri sendiri identik dengan warna ungu. Wah warna ungu mewarnai banyak hal dalam fragmen hidupku.
Sampai di desa, suasana desa sepi. Ada beberapa warga yang duduk di angkringan di depan pertigaan jalan, terlihat pula anak-anak yang  berada di depan daerah masjid. Beberapa rumah tetangga terlihat baru direnovasi, Alhamdulillah ada peningkatan. Setelah itu sampailah di rumah, datang langsung meletakkan tas besar sekenanya di lantai depan, masuk rumah disambut bapak dan melakukan agenda yang dinanti-nanti, makaaaaan! Maklum selama perjalanan karena diikat oleh suatu hal, saya hanya mengkonsumsi makanan sedikit, hehe. Sebelum makan salim dahulu sama mama, dan setelah itu menyerbu makanan yang sudah diambil. Hehe
Setelah makan, ibu mengajak mengantarkan adik untuk khitan. Dan ceritanya disambung besok insyaAllah J
Jangan lupa tentang tradisi sunat di masyarakat. k3 berkendara, makadam, pabrik gula ngadirejo yang tersehat nasional.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar