Ironi
dan Solusi Gizi Buruk
Indonesia merupakan
negara yang kaya raya tentang sumber daya alamnya, begitu banyak sumber makanan
nabati maupun hewani yang tersedia di Indonesia. Hal ini didukung dengan iklim
tropis dan tanah abu vulkanis yang ada di Indonesia, sehingga berbagai macam
tumbuhan dan hewan dapat hidup di sini. Seperti padi, singkong, sayur mayur,
susu, kerbau, ikan, dan berbagai macam daging unggas yang bisa dengan mudah
didapat. Makanan ini mengandung nilai gizi yang banyak dan bagus untuk
kesehatan, sehingga secara teori pemenuhan gizi di Indonesia sudahlah cukup,
bahkan bisa saja berlebih.
Namun beberapa waktu
ini wilayah nusantara digemparkan dengan beberapa kasus gizi buruk yang
tersebar di wilayahnya. Mulai dari daerah pelosok, hingga dari daerah perkotaan
bahkan di kota besar seperti Jakarta masih terdapat kasus gizi buruk. Hal ini
ironi dengan kekayaan sumber makanan yang terdapat di negeri ini. Terlebih lagi
Indonesia pernah berhasil melakukan swasembada beras pada tahun... . Hal ini
perlu mendapatkan perhatian dari pemerintah, praktisi kesehatan maupun
masyarakat secara umum.
Gizi buruk ini sebagian
besar terjadi pada usia anak-anak, yang merupakan masa pertumbuhan yang
memerlukan banyak asupan gizi dan terjadi pertumbuhan untuk mendapatkan tubuh
yang ideal. Dan apabila kebutuhan gizi mereka kurang, maka pertumbuhan tubuh
mereka terhambat, mereka menjadi lemah.
Kondisi tubuh mereka yang lemah mengakibatkan mereka memiliki kekebalan
tubuh yang rendah, dan sistem imun yang rendah ini apabila terjadi suatu
epidemi penyakit seperti demam berdarah, kolera mereka akan mudah terjangkiti.
Hal ini bisa mengakibatkan usia anak-anak cenderung rendah apabila tidak
ditangani secara serius.
Selain kondisi tubuh,
kondisi mental dan intelektual anak gizi buruk cenderung lebih rendah daripada
dengan anak yang bergizi normal. Sehingga butuh perlakuan lebih untuk
menanganinya. Perpaduan dari basic science seperti ilmu biologi, matematika,
fisika, dan kimia juga perlu direka sedemikian rupa agar mereka yang memiliki
intelektual sedikit lebih rendah bisa memahami ilmu-ilmu tersebut.
Perlu dilakukan peran pemerintah bisa dilakukan
dengan mengadakan penyuluhan bekerjasama dengan dinas kesehatan, melakukan
pengobatan bagi penderita gizi buruk di rumah sakit atau puskesmas, dan juga
perbaikan fasilitas-fasilitas dan tenaga kesehatan yang ada di masyarakat.
Penyuluhan-penyuluhan kepada masyarakat ini dapat dilakukan dengan ilmu kesehatan masyarakat, yaitu sesuai dengan arti
IKM : ilmu dan seni mencegah penyakit, memperpanjang hidup, dan meningkatkan
kesehatan melalui usaha-usaha pengorganisasian masyarakat untuk perbaikan
sanitasi lingkungan, pembersihan penyakit-penyakit menular, pendidikan untuk
kebersihan perorangan, pengorganisasian pelayanan-pelayanan medis dan perawatan
untuk diagnosis dini dan pengobatan, serta pengembangan rekayasa sosial untuk
menjamin setiap orang terpenuhi kebutuhan hidup yang layak dalam memelihara
kesehatannya (Winslow (1920)). Dalam IKM terdapat metode untuk menangani gizi buruk
, dengan berbagai aplikasi disiplin ilmu, seperti biokimia, sosiologi, Administrasi
dan Kebijakan Kesehatan, Biostatistika dan Kependudukan, Epidemiologi, Gizi
Kesehatan, Kesehatan Lingkungan, Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Promosi
Kesehatan dan Ilmu Perilaku.
Sehingga diharapkan
kasus gizi buruk di Indonesia dapat tertangani dengan program-program kesehatan
masyarakat, dan yang lebih utama kesadaran masyarakat untuk saling membantu dan
melaksanakan program gizi sehat dari pemerintah. Semoga kasus gizi buruk di
Indonesia tidak terulang lagi.
Referensi:
diakses tanggal 19 September 2012, waktu 08.45 WIB
Tidak ada komentar:
Posting Komentar