direkonstruksi dari kejadian nyata, tetapi banyak yang fiksi juga. hehehe
Pagi, suasana rumah gaduh seperti biasanya. Adik bingung mencari ikat pinggangnya, Ibu memasak makanan untuk sarapan kami, Kakak membenahi sepedah motor untuk sekolah, dan aku sendiri juga mempersiapkan diri untuk berangkat bebrapa waktu lagi. Namun, hari ini begitu istimewa.. mengapa? hari ini aku memakai baju putih-abu pertamaku,dengan jilbab paris putih yang aku sematkan bros bermotif bunga, kemudian tak lupa aku memakai sabuk yang bertuliskan nama sekolah baruku. SMAN 2 Madani. Sekolah yang aku inginkan sejak aku mengenal kata SMA dahulu, sekolah yang aku doakan dalam hening doaku. dan rasanya sungguh amazing sekarang bisa bersekolah disini.
"Bila, cepat sarapan terus berangkat sama ayah!", suara ayah membuyarkan lamunan euforia memasuki sekolah baru ini. aku harus berangkat pagi kawan, iya kan kalau siswa baru ada acara PLS atau semacam pengenalan siswa ke sekolah baru. kalau waktu aku SMP dulu sih acaranya enak dan tidak begitu menyeramkan. akupun beranggapan kalau masa SMA ini juga tak jauh berbeda dengan keadaan SMP dulu.
well, setelah selesai beres2 barang2 untuk sekolah, kami berangkat lah ke sekolah baruku ini. jam masih menunjukkan jam tujuh kurang beberapa menit, aku pikir ga apa-apa lah telat cuman beberapa menit saja (btw masuknya di jadwal jam tujuh kurang 15 menit) aku pikir ini kan masuk pertama, jadi ya ga apa lah.
keadaan berubah menjadi horor saat sampai di depan sekolah. bukan karena suasananya gelap atau apa gitu, tetapi masalahnya adalah... hoi! gerbang sekolah sudah ditutup! oh tidak. di samping gerbang bagian dalam ada beberapa anak yang berbaris (sepertinya telat juga) n wajahnya tertunduk semua.wajah-wajah masih polos disampngnya ada beberapa kakak tingkat yang memandangi dengan ketus. bebrapa detik setelah turun dari motor akhirnya aku bergabung dengan baris mereka. wah, gimana nih masuk pertama sudah telat, ga seruuu.
setelah mendapat kuliah pagi oleh kakak tingkat (tentunya dengan nada-nada oktaf atas) kami memasuki lapangan basket. yap disanalah kulihat teman-teman yang akan jadi temanku satu angkatan di sekolah ini. di beberapa point lokasi aku lihat teman-teman satu SMPku dulu. ternyata muka mereka sama muka kami yang terlambat ga berbeda, sama-sama tertunduk dan seperti ketakutan.
so, acara selanjutnya adalah apel pagi. apel pagi pemeriksaan kelengkapan dan lain-lain. kemudian dimulailah acara PLS sekolah. wuih, acaranya lumayan padet lho, ga kaya waktu smp dulu yang mungkin relatif agak longgar ya. ada juga satu acara menarik lho, yaitu saat mau dhuhur sampai selesai dhuhur, yap ada acara dari kakak rohis. dulu aku kan sekolah di sekolah yang sudah basic dasarnya keagamaan, jadi di smp ga ada namanya rohis karena materi maupun kurikulum sekolah sudah mencakup materi keagamaan dengan baik (menurutku sih).
di kegiatan ini aku mulai mengenal kakak-kakak yang berwajah teduh (ceileh), ada istilah ukhti akhi dan lain-lain, kemudian ketemu dengan teman dari kelompok lain (kan sebelumnya memang dibagi semua murid baru dalam kelompok-kelompok). dan satu kejadian yang akan kuingat selalu (Aamiin) pun terjadi.
ada seorang anak berjilbab, sedang duduk sendiri. ia kalem, pendiam dan menurutku lucu. lucu karena dia itu penurut dan agak berbeda dengan yang lainnya. berwajah polos, dan kemudian aku ketahui bahwa dia itu rajin dalam sekolah maupun dalam kegiatan rohis selanjutnya. waktu demi waktu berjalan, akhirnya kami luayan dekat. saling sharing ini dan itu, dan sering bersama juga (karena menurutku dia memiliki kesamaan dengan pemikiranku juga)
(sebenernya saat menulis ini banyak memori yang berseliweran tentang masa lampau itu, btw..aku kangen pada sahabatku yang satu itu, ya semoga kita bertemu lagi ukh :) i miss u so)
-sudah malam, waktunya istirahat... :) insyaAllah bersambung-
Hotels near Hard Rock Casino & Resort - Mapyro
BalasHapusHotels near Hard Rock Casino & 대전광역 출장안마 Resort 부산광역 출장마사지 · 아산 출장마사지 Hard Rock Hotel & Casino Tulsa · The Cosmopolitan 안동 출장마사지 · Hard Rock Hotel & Casino · Hard Rock 군포 출장안마 Hotel & Casino Tulsa.