dimana?
mengapa?
dua kata yang seringkali hinggap ketika berada di lingkungan yang jauh dari rumah. penyebab utamanya satu, cukup jelas untuk dipahami. untuk menghilangkannya sebenarnya cukup mudah, namun begitu sulit ketika mengatakan dimana ketulusan itu berada?
ketulusan itu ada di hati, dan tampak melalui perbuatan, melalui sikap dan ucapan. dapat dirasakan kok. memang sangat kerasa perbedaan antara sesuatu yang tidak tulus dengan yang tulus. bahkan kadang dengan kasat mata dapat dilihat perbedaan itu.
mendapatkannya tidak mudah, hanya hati-hati yang memiliki getaran yang sama yang dapat merasakannya. kata mbaknya yang dulu sih dapat dirasakan getaran yang sama atau berbeda dari teman-teman dalam lingkaran. memang kerasa auranya.
membicarakan tentang hal itu, membuatku kangen sama teman-temanku SMA, paling tidak teman-teman se-lingkaran itu lebih dapat dipercaya dibandingkan ynag lainnya. terlebih dengan sahabat-sahabat yang lebih aku banyak dapatkan lewat hal ini. merindukan mereka, sekaligus para mbak-mbak angkatan yang ramah. senyum mereka ikhlas dan menyenangkan.
yang pasti yang paling membuatku rindu adalah sahabat-sahabatku. tetapi sayangnya kita sekarang tidak satu univ, jadi jarang ketemu. lucu ya ingat waktu pergi bersama, cerita-cerita bersama. yap, kalian memberikan warna dalam kanvas hidupku. setidaknya itu adlaah salah satu alasan mengapa aku bersyukur memiliki sahabat seperti kalian.
terkadang waktu dan tempat yang tak sama membuat jarang komunikasi, ditambah kesibukan yang berbeda. sering mau cerita tentang suatu hal, akna tetapi sudah hilang ketika bertemu, hehehe. rasanya senang kalau dapat bertemu dan bermain bersama lagi, dan aku berharap kita dapat sukses dengan bidang kita masing-masing di masa yang mendatang kelak.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar