Kamis, 24 Oktober 2013

pilihan # cerpen #taman bunga

Hari ini aku pulang dengan langkah lunglai. Berbeda dengan langkah-langkah sebelumnya yang berisi tentang keoptimisan. ah, mengapa kok hidupku seperti ini? apa yang sebenarnya terjadi dan harus aku lakukan? pertanyaan-pertanyaan ini berputar-putar, berlarian seakan berlomba menuju tanda finish, namun dimanakah tanda finish itu? jadilah pertanyaan-pertanyaan ini bertambah berputar-putar.

Seketika aku teringat, apa yang dikatakan oleh seniorku dulu, "Kamu tak pernah muncul, bagaimana orang lain tahu akan kelebihanmu?" seakan kata itu menusuk hatiku. iya, memang aku jarang untuk mnegungkapkan apa yang ada dalam pikiranku. sebenarnya bukan karena aku tidak peduli dengan ligkungan sekitar, namun aku terlalu lelah untuk menghadapi hal lain yang sedang aku alami. tentang cita-cita, harapan, dan keinginan. eh itu semua sama ya. mungkin orang lain menganggap hal ini karena aku pendiam, aku tak mampu, padahal sebenarnya tidak sama sekali. aku hanya butuh waktu dan tempat dimana aku dapat mengungkapkan semua potensi yang ada dalam diriku secara maksimal. aku ingin bersyukur atas kelebihanku dengan menjalani suatu hal yang sesuai dengan bidang kelebihan ini.

"Hai, Ros! jalan kok melamun?" sesosok bayangan gadis berjilbab lebar mendekatiku. "Oh Lala, tumben lewat sini La? bukannya kontrakanmu arah Mulyorejo Tengah ya?" tanyaku padanya.
"Iya, aku ingin menemui Rara anak Kimia, ia satu asrama kan denganmu? aku mau pinjam buku kimianya", jawabnya. Ia adalah Lala, teman satu kelasku di jurusan ini. dia adalah salah satu aktivis kampus yang cukup padat jadwalnya. satu hal yang membuatku mengernyitkan dahi, mengapa dia pinjam buku kimia? padahal di semester ini tidak ada mata kuliah yang membahas kimia secara detail seperti pelajaran kimia anak FMIPA.
"Loh, ngapain pinjam buku Kimia? bukannya kita ngga ada kuliah yang bahas tentang kimia?" selidikku padanya.
"Oh, hehehe. mau tahu aja sih kamu. doakan saja ya, moga usahaku kali ini berhasil"
"Nah, loh. memang mau ikutan apa La? memang ada lomba apa?" aku sudah curiga, masa Lala ingin ikut olimpiade? jangan-jangan ia memiliki satu masa lalu yang sama denganku. jangan-jangan ia dulu...
"aku mau ikut OSN PT.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar