Kamis, 14 Februari 2013

Liburan semester gasal, bagian senang-senang ^_^



Siang, hari  ketiga di rumah, Aku duduk-duduk di teras rumah, sambil membawa lepi mau nulis sesuatu untuk postingan di blog..Eh saat melihat ke samping ada segerombolan anak kecil, yang satu berusaha ambil rambutan dengan dilempari pakai batu, ada pula yang naik ke pagar pot untuk meraihnya. Sesaat kemudian salah satu anak melihatku, eh kemudian mereka beranjak pergi padahal cuma aku liatin doang. Mungkin mereka takut aku marahi, padahal ya kalau mereka izin dahulu sebelum ambil rambutan ga apa-apa lho ambil rambutannya. Hehe dasar anak-anak kecil.

Kalau lihat anak-anak kecil yang lagi ambil buah rambutan di kebun samping rumah itu, diriku jadi keingat dengan masa kecilku dahulu. Yup sebagai seorang anak kecil yang tumbuh di desa sudah menjadi sebuah kebiasaan main berpetualang kesana-kemari. Dari halaman depan rumah, ke kebun, sawah (jarang sih), halaman belakang rumah dan lain-lain. Kegiatan utama disana ya main, buat rumah-rumahan, mencari buah, daun wadang, cari bunga kopi, biji palem dan terkadang cari jamur yang enak dimakan juga. Hoho, anak di desa mainannya asik-asik juga lho, bisa buat rumah-rumahan dari daun dan ranting, terus masak-masakan dari batang pohon pisang. Benar-benar melatih kreativitas dan seru. Mengenang masa-masa itu membuatku tersenyum-senyum dalam hati, ternyata ada hal-hal yang istimewa dalam masa kecilku ini yang mungkin di tempat lain ga ada ya.

Masa kecilku sebagian besar dihabiskan di desa ini, di sebuah desa di pelosok kabupaten kediri. Sebenarnya juga tidak pelosok-pelosok amat sih, karena jarak dengan kota sekitar 15 km lah. Walaupun desaku  di pelosok, dan tidak seramai atau fasilitasnya tidak sebagus di kota besar seperti Surabaya atau Jakarta, aku bangga dan senang lho tinggal di desaku ini. Bagaimana tidak, setiap hari Alhamdulillah dapat menghirup udara segar setiap hari, dapat makanan yang sehat dan terjamin kualitasnya (karena sebagian bahan makanan didapat dari kebun sendiri), bisa lebih berkreativitas, dekat dengan alam, dan suasana desa yang tenang. Aku pernah baca lho, kalau anak kecil yang dibesarkan di daerah yang memiliki udara segar maka kualitasnya lebih baik daripada anak kecil yang dibesarkan di lingkungan udara yang berpolusi. Makanya aku bersyukur banget, dibesarkan di desa yang berudara segar ini, jauh dari polusi asap motor dan lain-lain. Apalagi kalau sedang musim penghujan seperti ini, wah udaranya tambah segar nih : )

Selain udaranya yang segar, di desaku ini banyak hewan-hewan khas yang menambah kesan suasana desa yang menyenangkan lho. Setiap menjelang siang ada suara sejenis kumbang yang nyaring suaranya, diselingi suara ayam yang berkokok, dan burung-burung yang berkicau. Wah menyenangkan sekali ya : ) kalau lagi beruntung kadang dapat melihat kupu-kupu lho. Oia, aku kok heran ya, dulu waktu kecil aku sering main nangkap kupu-kupu, sekarang kok kupu sudah jarang aku temui ya. 

Bicara masalah kupu juga, dahulu nangkap kupu pakai jaring yang dibuat sendiri atau pakai besek. Tahu kan besek? Besek itu sejenis wadah plastik yang ada rongga-rongganya. Lha nanti kalo kupunya kena, dimasukin kupu itu deh ke dalam beseknya. Zaman dahulu kupu-kupunya macam-macam. Ada kupu hijau yang segar warnanya, kupu putih kecil yang lembut, sampai kupu yang sayapnya indah banget seperti kupu gajah dan kupu gemerlap yang apabila sayapnya bergerak seperti berkilau menyala warnanya (aku ga tahu namanya, hehe). Kalau kupu gajah itu istimewa, warnanya macam-macam plus ukurannya besar pula. Suatu kebanggan apabila bisa menangkap kupu gajah itu. Karena dia itu selain besar dan cantik, ia lincah sobat. Tapi sayangnya sekarang aku sudah tidak menemukan kupu-kupu seperti kupu gajah itu sobat. Kemana ya mereka? padahal aku pengen lihat mereka juga lho. Apa gara-gara sekarang musim hujan ya, akhirnya mereka masih jadi ulat yang makan daun-daun ijo itu, atau bukan musimnya atau bagaimana ya? Wis harapanku semoga mereka ga hilang atau punah saja (ah lebay kalo sampai punah :p)

Oia sobat, dulu waktu kecil aku juga sering main binatang-binatang kecil seperti kepik, kemudian semacam serangga yang warnanya unik lho, seperti ornamen ukirannya orang papua dan ia berwarna perpaduan oranye n hitam. Selain itu aku dulu juga sering main ulat daun pisang. Kalau mengingatnya aku jadi kepikiran, dulu ternyata aku pernah ga jijik sama ulat, kalau sekarang liat ulat sedikit, langsung deh bergidik. Hehe.. 

Kemudian aku waktu kecil suka ngumpulin daun wadang, tahu ga sobat tentang daun wadang? Daun wadang ini berasal dari pohon wadang yang masih muda dan tidak terlalu tinggi pohonnya. Daun yang diambil tidak sembarang daun lho, daun yang diambil itu daun yang masih muda. Nah nanti daun yang masih muda itu dapat dikelupas sisi bagian bawah daun itu yang berwarna putih. Lalu kelupasan putih itu dibuat bola-bolanan. Oia, kalau memilih daun wadang jangan terlalu muda dan jangan pula yang terlalu tua lho. Kalau terlalu muda nanti sulit dikupas, karena lapisan putih seperti kapas itu masihlah rapuh dan belum kuat. Sedangkan daun yang sudah agak tua sampai tua nanti lapisan kapas itu sulit untuk diambil karena sudah melekat sama daun. Bola-bolanan yang berasal dari kapas daun wadang itu hasilnya nanti empuk sobat. Aku sudah beberapa kali lho buat bola sampai hampir seukuran bola kasti, dan lebih seringnya lagi buat sampai seukuran bola bekel. Hehe. Lalu saat aku masih kecil dulu ada mitos sih kalau bola gulungan itu dimasukkan kedalam minyak tanah maka dapat memiliki elastisitas kaya bola kasti. Pernah deh, entah aku apa tetanggaku , sudah buat bola ukurannya lumayan gede, dimasukkan ke dalam minyak tanah eh jadinya malah rusak, penampakannya jadi tidak karuan. Harapannya agar memiliki elastisitas eh malah rusak. Yah sayang banget waktu itu, dan kecewa juga.
insyaAllah bersambung ^_^

Tidak ada komentar:

Posting Komentar