insyaAllah...
Tak terasa sekarang
sudah menjadi kakak tingkat. Sudah dua kakak tingkat di atas adik-adik yang
kemarin aku dan Nene isi. Sekarang mengerti, betapa merasa sakit hati memang
ketika kita sebagai pengisi acara tidak diperhatikan oleh audiensnya. Sebaliknya
merasa senang ketika audiens memeprhatikan dan melaksanakan instruksi kita
dengan baik. Berangkat dari hal ini, semoga dapat menjadi pelajaran berharga
bagi readers semuanya agar memberi perhatian kepada siapapun yang berbicara di
depan kalian. Mereka juga manusia yang memiliki perasaan. Seperti itulah, insyaAllah
penulis juga berusaha untuk menjadi pendengar yang baik juga.
Membicarakan tentang
kegiatan kemarin itu, ada senang sedihnya juga Sob.senangnya dapat bertemu
dengan teman-teman yang baik, sedihnya karena saat berkumpul mereka
membicarakan lagi tentang peristiwa yang berhubungan dengan masa itu. Oh. Sedikit
ironi. Terlampau sering menggunakan kata "tetapi" setelah menjelaskan
tema seperti ini. Aku no comment saja lah. Saya sudah diberi kesempatan untuk
hidup lebih baik lagi. Itu sudah membuatku merasa bahagia dan lebih bebas untuk
melakukan apa yang ingin aku lakukan dalam hidupku.
Sebenarnya ada
beberapa fragmen yang diceritakan menyadarkanku juga. Oh, dulu aku pernah
mendapatkan apa yang selama ini aku cita-citakan. Oh, dulu aku pernah menggapai
sesuatu yang mungkin orang lain tidak memiliki kesempatan yang sama denganku. Saatnya
aku mengejar targetan yang lain. Kalau dulu aku mampu, kalau sekarang diberi
kesempatan hidup berarti aku diberi kesempatan untuk sukses sama dengan yang
lainnya. Ketika orang lain mampu untuk meraih sesuatu, aku yakin aku juga mampu
untuk mendapatkannya. Karena seorang manusia memang dianugerahi kelebihan dan
kekurangan. Setiap ada kelemahan, berarti ada kekuatan. Mencoba melawan semua
perasaan yang seringkali menghalangi pikiran untuk melangkah. Karena kemampuan
sudah ada di diri. Bersiap-siap menjadi generasi selanjutnya yang gemilang! InsyaAllah
Mendapatkan pelajaran
yang banyak dari cerita sohib, seseorang yang hebat untuk mendapatkan sesuatu
yang hebat memerlukan effort yang hebat pula. Tak mungkin lah sebuah tropi
didapatkan dengan kemalasan. Tak mungkin lah kesempatan exchange kemana-mana
tanpa didasari dengan ketekunana dan doa yang kuat. Memantapkan langkah lagi untuk
terus bertahan. Segala kekuarangan yang tampak oleh mata, apabila diolah
menjadi baik dapat menjadi suatu kelebihan. Di dunia tidak ada yang sia-sia.
Apabila merasa ini bukanlah passion
hidup kita, bukan berarti berhenti dan menyerah. Menjadi agent of change bagi
diri sendiri maupun bagi teman seperjuangan dalam jurusan ini agar survive di
masa yang akan datang. Memang bukan sekedar untuk mencari uang saja, akan
tetapi bagaimana caranya sesuai dengan tujuan kami pada akhirnya untuk dapat
meningkatkan taraf kehidupan masyarakat Indonesia yang lebih baik.
Masa muda memang masa
emas. Sudah sepantasnya dilakukan untuk hal-hal yang bermanfaat saja. Bermain itu
hanya selingan bukan sebagai kegiatan utama setiap hari. Ternyata banyak orang
yang tidak emmiliki kesempatan yang sama dengan kita. Sedang mereka tertipu
dengan kenyataan hidup yang seringkali dibawakan oleh apa-apa yang mereka
tonton. Mereka terpedaya oleh kehidupan instan yang seringkali melawan
norma-norma yang ada dalam kehidupan ini. Kerusakan yang nyata pada generasi
ini terletak pada apa yang mereka panutkan. Apabila panutan mereka saja salah,
bagaimana dengan kelanjutan generasi selanjutnya?
Memperbaiki tayangan-tayangan
yang ada dalam masyarakat, yang seringkali dapat mencuci pemikiran moral yang
sudah ditanamkan dalam kehidupan. Mengubah itu memang tidak mudah. Akan tetapi
apabila tidak mengubahnya berarti membiarkan saudara bahkan keluarga kita
sendiri untuk mengikuti kehiduapan yang rusak. Seperti yang kita alami setiap
saat, banyak tayangan anak-anak yang tidak sesuai dengan usia mereka. Anak-anak
kecil pada saat ini sudah diajari untuk mengucapkan "i love u" kepada
lawan jenis, sudah diajari untuk menegenal kata-kata yang kotor dan sebgainya.
Coba bandingkan dengan masa kecil kita, dimana anak-anak disuguhkan dengan
acara pelajaran ketika jam sekolah di TVRI, sehingga anak yang tidak masuk
sekolah dapat tetap belajar di rumah dengan menonton tv. Atau dengan film yang
mengajarkan persahabatan dan petualangan seperti dalam film Petualangan
Sherina.
Generasi masa mendatang memang kompleks. Sekarang saja sudah
seperti ini. Sebagai generasi penerus yang bertujuan untuk menyehatkan bangsa
kita, maupun dunia secara global mari kita satukan langkah untuk membangun generasi
yang sehat dengan memulainya pada diri kita sendiri. Apabila kita memanfaatkan
waktu di perkuliahan secara maksimal, menyerap ilmu secara maksimal, tidak
menjadi mahasisiwa yang pekerjaanya hanya mengikuti arus yang salah, kuliah
pulang-kuliah pulang tanpa membawa sikap ingin membangun masyarakatnya.. Maka apa
yang kita dapatkan akan mampu kit aterapkan dengan baik pada masa mendatang.
Kita mampu berbicara karena kita memiliki ilmunya, memiliki bekal. Jadi untuk
menjadi sesorang yang mumpuni di masa mendatng, sudah saatnya kita menjadi
seseorang yang mampu menyerap segala ilmu
dan pengalaman baik di pendidikan formal maupun di masyarakat melalui
kegiatan-kegiatan sosial kemasyarakatan di organisasi mahasiswa.
Berangkat dari hal ini, sesungguhnya aku menyadari bahwa aku telah
kehilangan waktu satu tahun. Aku kehilangan satu tahun dari sebuah sistem yang
mungkin dapat memabantuku untuk menjadi seorang yang expert di bidang ini
dengan baik. Mengakui bahwa ini bukan bidang yang begitu aku cintai memang tidak
mudah. Karena secara tidak langsung apabila aku sudah masuk dalam sistem ini
orang lain ataupun diriku sendiri pun harus mau tak mau mengatakan aku
mencintai bidang ini. Seburuk apapun pandanganku terhadap apa yang aku lakukan
sekarang, aku berusaha untuk mencintai apa yang ada saat ini. Pilihan ini
adalah pilihan masa lampauku. Aku bertekad untuk memperbaiki apa yang
seharusnya aku lakukan untuk mengejar satu tahun ketertinggalan ini. Dalam bidang
akademik memang tidak ada begitu banyak kendala, namun kendala yang ada adalah
dalam bidang sosial kemasyarakatannya.
Berbicara di depan umum adalah suatu hal yang tidak aku sukai
sejak dulu. Aku lebih suka duduk lama di depan mikroskop atau mengerjakan soal
analisis biologi, membaca texbook tebal tentang biologi, melakukan kegiatan di
laboratorium, mengamati tumbuh-tumbuhan di sekitar dan lingkungan sekitarku
lainnya. Aku begitu mencintai alam. Aku merasakan bahwa hidupku mencintai dunia
science bukan masyarakat seperti ini. Aku mencintai dunia keilmiahan yang
belajar tentang fakta, hal-hal yang pasti. Bukan mempelajari pemikiran manusia
dan hal-hal yang berhubungan untuk mempengaruhi manusia. Aku sadar aku berada
pada jalan yang salah. Anggapan awalku tentang tempat ini dan semuanya. Namun
bukan berarti aku diam dan terus menyesali diri. Aku berusaha untuk tetap
mencintai tempat ini dan mencari celah bagaimana aku dapat menggabungkan antara
dunia yang telah aku cintai dengan apa yang aku peroleh sekarang.
Saat kemarin aku mencoba untuk meyakinkan diri bahwa ini mungkin
adalah takdir terbaikku, Allah mengirimkan sebuah jawaban yang luar biasa.
Lengkap, begitu lengkap. Ada suatu event yang diadakan oleh universitas
provinsi sebelah. Mereka mengadakan suatu kompetisi ilmiah untuk menggali
biodiversitas tanaman Indonesia sebagai sesuatu yang bermanfaat bagi bidang
kesehatan. Dan hal yang paling membuatku tertarik adalah ketika menegetahui
bahwa salah satu pembicaranya adalah seorang yang memiliki titel seperti apa
yang mungkin akan aku sandang kelak. Iya, titel itu! Beliau menjabat sebagai
salah satu kepala bagian penelitian tentang obat-obatan herbal di dinas
kesehatan nasional. Aku tercengang, ternyata mungkin saja kalau lulusan seperti
kami membidangi obat-obatan herbal, yang berarti dapat membidangi penelitian-penelitian
di bidang biodiversitas tanaman obat. Tentang biologi kawan!
Semangatku perlahan-lahan timbul lagi. Walaupun aku begitu
mencintai bidang itu dan sekarang aku menekuni bidang ini aku yakin kalau jalan
yang diberikan Allah kepadaku luar biasa baik dan bermanfaat bagi kehidupan
melebihi semua rencana yang aku rencanakan. Aku sekarang sudah belajar memahami
bagaimana langkah-langkah selanjutnya agar dapat meraih mimpiku yang lainnya. aku
bahagia dengan hidupku ini. Semoga Allah menjadikan ini sebagai salah satu
bentuk ungkapan syukurku kepada-Nya, seorang hamba yang terus belajar memahami
kehidupan ini.
Selamat kembali ke medang perjuangan sabil, semoga cita-citamu
untuk menjadi seorang yang expert di bidang bio dan bidang ini terlaksana,
salam sehat bertakwa!
Salam sehat luar biasa!
Wassalamu’alaykum wr.wb.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar