Kamis, 01 Agustus 2013

pelajaran hidup

insyaAllah...



Tak terasa sekarang sudah menjadi kakak tingkat. Sudah dua kakak tingkat di atas adik-adik yang kemarin aku dan Nene isi. Sekarang mengerti, betapa merasa sakit hati memang ketika kita sebagai pengisi acara tidak diperhatikan oleh audiensnya. Sebaliknya merasa senang ketika audiens memeprhatikan dan melaksanakan instruksi kita dengan baik. Berangkat dari hal ini, semoga dapat menjadi pelajaran berharga bagi readers semuanya agar memberi perhatian kepada siapapun yang berbicara di depan kalian. Mereka juga manusia yang memiliki perasaan. Seperti itulah, insyaAllah penulis juga berusaha untuk menjadi pendengar yang baik juga.

Membicarakan tentang kegiatan kemarin itu, ada senang sedihnya juga Sob.senangnya dapat bertemu dengan teman-teman yang baik, sedihnya karena saat berkumpul mereka membicarakan lagi tentang peristiwa yang berhubungan dengan masa itu. Oh. Sedikit ironi. Terlampau sering menggunakan kata "tetapi" setelah menjelaskan tema seperti ini. Aku no comment saja lah. Saya sudah diberi kesempatan untuk hidup lebih baik lagi. Itu sudah membuatku merasa bahagia dan lebih bebas untuk melakukan apa yang ingin aku lakukan dalam hidupku.

Sebenarnya ada beberapa fragmen yang diceritakan menyadarkanku juga. Oh, dulu aku pernah mendapatkan apa yang selama ini aku cita-citakan. Oh, dulu aku pernah menggapai sesuatu yang mungkin orang lain tidak memiliki kesempatan yang sama denganku. Saatnya aku mengejar targetan yang lain. Kalau dulu aku mampu, kalau sekarang diberi kesempatan hidup berarti aku diberi kesempatan untuk sukses sama dengan yang lainnya. Ketika orang lain mampu untuk meraih sesuatu, aku yakin aku juga mampu untuk mendapatkannya. Karena seorang manusia memang dianugerahi kelebihan dan kekurangan. Setiap ada kelemahan, berarti ada kekuatan. Mencoba melawan semua perasaan yang seringkali menghalangi pikiran untuk melangkah. Karena kemampuan sudah ada di diri. Bersiap-siap menjadi generasi selanjutnya yang gemilang! InsyaAllah

Mendapatkan pelajaran yang banyak dari cerita sohib, seseorang yang hebat untuk mendapatkan sesuatu yang hebat memerlukan effort yang hebat pula. Tak mungkin lah sebuah tropi didapatkan dengan kemalasan. Tak mungkin lah kesempatan exchange kemana-mana tanpa didasari dengan ketekunana dan doa yang kuat. Memantapkan langkah lagi untuk terus bertahan. Segala kekuarangan yang tampak oleh mata, apabila diolah menjadi baik dapat menjadi suatu kelebihan. Di dunia tidak ada yang sia-sia. Apabila  merasa ini bukanlah passion hidup kita, bukan berarti berhenti dan menyerah. Menjadi agent of change bagi diri sendiri maupun bagi teman seperjuangan dalam jurusan ini agar survive di masa yang akan datang. Memang bukan sekedar untuk mencari uang saja, akan tetapi bagaimana caranya sesuai dengan tujuan kami pada akhirnya untuk dapat meningkatkan taraf kehidupan masyarakat Indonesia yang lebih baik.

Masa muda memang masa emas. Sudah sepantasnya dilakukan untuk hal-hal yang bermanfaat saja. Bermain itu hanya selingan bukan sebagai kegiatan utama setiap hari. Ternyata banyak orang yang tidak emmiliki kesempatan yang sama dengan kita. Sedang mereka tertipu dengan kenyataan hidup yang seringkali dibawakan oleh apa-apa yang mereka tonton. Mereka terpedaya oleh kehidupan instan yang seringkali melawan norma-norma yang ada dalam kehidupan ini. Kerusakan yang nyata pada generasi ini terletak pada apa yang mereka panutkan. Apabila panutan mereka saja salah, bagaimana dengan kelanjutan generasi selanjutnya?

Memperbaiki tayangan-tayangan yang ada dalam masyarakat, yang seringkali dapat mencuci pemikiran moral yang sudah ditanamkan dalam kehidupan. Mengubah itu memang tidak mudah. Akan tetapi apabila tidak mengubahnya berarti membiarkan saudara bahkan keluarga kita sendiri untuk mengikuti kehiduapan yang rusak. Seperti yang kita alami setiap saat, banyak tayangan anak-anak yang tidak sesuai dengan usia mereka. Anak-anak kecil pada saat ini sudah diajari untuk mengucapkan "i love u" kepada lawan jenis, sudah diajari untuk menegenal kata-kata yang kotor dan sebgainya. Coba bandingkan dengan masa kecil kita, dimana anak-anak disuguhkan dengan acara pelajaran ketika jam sekolah di TVRI, sehingga anak yang tidak masuk sekolah dapat tetap belajar di rumah dengan menonton tv. Atau dengan film yang mengajarkan persahabatan dan petualangan seperti dalam film Petualangan Sherina.

Generasi masa mendatang memang kompleks. Sekarang saja sudah seperti ini. Sebagai generasi penerus yang bertujuan untuk menyehatkan bangsa kita, maupun dunia secara global mari kita satukan langkah untuk membangun generasi yang sehat dengan memulainya pada diri kita sendiri. Apabila kita memanfaatkan waktu di perkuliahan secara maksimal, menyerap ilmu secara maksimal, tidak menjadi mahasisiwa yang pekerjaanya hanya mengikuti arus yang salah, kuliah pulang-kuliah pulang tanpa membawa sikap ingin membangun masyarakatnya.. Maka apa yang kita dapatkan akan mampu kit aterapkan dengan baik pada masa mendatang. Kita mampu berbicara karena kita memiliki ilmunya, memiliki bekal. Jadi untuk menjadi sesorang yang mumpuni di masa mendatng, sudah saatnya kita menjadi seseorang yang mampu menyerap segala ilmu  dan pengalaman baik di pendidikan formal maupun di masyarakat melalui kegiatan-kegiatan sosial kemasyarakatan di organisasi mahasiswa.

Berangkat dari hal ini, sesungguhnya aku menyadari bahwa aku telah kehilangan waktu satu tahun. Aku kehilangan satu tahun dari sebuah sistem yang mungkin dapat memabantuku untuk menjadi seorang yang expert di bidang ini dengan baik. Mengakui bahwa ini bukan bidang yang begitu aku cintai memang tidak mudah. Karena secara tidak langsung apabila aku sudah masuk dalam sistem ini orang lain ataupun diriku sendiri pun harus mau tak mau mengatakan aku mencintai bidang ini. Seburuk apapun pandanganku terhadap apa yang aku lakukan sekarang, aku berusaha untuk mencintai apa yang ada saat ini. Pilihan ini adalah pilihan masa lampauku. Aku bertekad untuk memperbaiki apa yang seharusnya aku lakukan untuk mengejar satu tahun ketertinggalan ini. Dalam bidang akademik memang tidak ada begitu banyak kendala, namun kendala yang ada adalah dalam bidang sosial kemasyarakatannya.

Berbicara di depan umum adalah suatu hal yang tidak aku sukai sejak dulu. Aku lebih suka duduk lama di depan mikroskop atau mengerjakan soal analisis biologi, membaca texbook tebal tentang biologi, melakukan kegiatan di laboratorium, mengamati tumbuh-tumbuhan di sekitar dan lingkungan sekitarku lainnya. Aku begitu mencintai alam. Aku merasakan bahwa hidupku mencintai dunia science bukan masyarakat seperti ini. Aku mencintai dunia keilmiahan yang belajar tentang fakta, hal-hal yang pasti. Bukan mempelajari pemikiran manusia dan hal-hal yang berhubungan untuk mempengaruhi manusia. Aku sadar aku berada pada jalan yang salah. Anggapan awalku tentang tempat ini dan semuanya. Namun bukan berarti aku diam dan terus menyesali diri. Aku berusaha untuk tetap mencintai tempat ini dan mencari celah bagaimana aku dapat menggabungkan antara dunia yang telah aku cintai dengan apa yang aku peroleh sekarang.

Saat kemarin aku mencoba untuk meyakinkan diri bahwa ini mungkin adalah takdir terbaikku, Allah mengirimkan sebuah jawaban yang luar biasa. Lengkap, begitu lengkap. Ada suatu event yang diadakan oleh universitas provinsi sebelah. Mereka mengadakan suatu kompetisi ilmiah untuk menggali biodiversitas tanaman Indonesia sebagai sesuatu yang bermanfaat bagi bidang kesehatan. Dan hal yang paling membuatku tertarik adalah ketika menegetahui bahwa salah satu pembicaranya adalah seorang yang memiliki titel seperti apa yang mungkin akan aku sandang kelak. Iya, titel itu! Beliau menjabat sebagai salah satu kepala bagian penelitian tentang obat-obatan herbal di dinas kesehatan nasional. Aku tercengang, ternyata mungkin saja kalau lulusan seperti kami membidangi obat-obatan herbal, yang berarti dapat membidangi penelitian-penelitian di bidang biodiversitas tanaman obat. Tentang biologi kawan!

Semangatku perlahan-lahan timbul lagi. Walaupun aku begitu mencintai bidang itu dan sekarang aku menekuni bidang ini aku yakin kalau jalan yang diberikan Allah kepadaku luar biasa baik dan bermanfaat bagi kehidupan melebihi semua rencana yang aku rencanakan. Aku sekarang sudah belajar memahami bagaimana langkah-langkah selanjutnya agar dapat meraih mimpiku yang lainnya. aku bahagia dengan hidupku ini. Semoga Allah menjadikan ini sebagai salah satu bentuk ungkapan syukurku kepada-Nya, seorang hamba yang terus belajar memahami kehidupan ini.

Selamat kembali ke medang perjuangan sabil, semoga cita-citamu untuk menjadi seorang yang expert di bidang bio dan bidang ini terlaksana, salam sehat bertakwa!

Salam sehat luar biasa!


Wassalamu’alaykum wr.wb.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar